PERSEPSI PETANI TERHADAP SUMBER RISIKO PADA USAHATANI PADI DI LAHAN PASANG SURUT

Erlinda Yurisinthae

Abstract


Beras merupakan makanan pokok bagi 95% penduduk Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah sehubungan dengan peningkatan produksi padi dilaksanakan dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi. Ekstensifikasi dilakukan antara lain dengan memanfaatkan lahan basah termasuk lahan rawa. Upaya ekstensifikasi menjadi penting terutama dikaitkan dengan pertambahan penduduk dan konversi lahan. Usahatani padi yang dilaksanakan masyarakat di sentra produksi padi provinsi Kalimantan Barat umumnya dilaksanakan pada lahan rawa pasang surut. Pengalaman pemanfaatan lahan pasang surut menunjukan keberhasilan juga kegagalan. Kendala dari segi fisik lahan serta kondisi social ekonomi masyarakat adalah tantangan pengembangan pertanian khususnya untuk budidaya tanaman padi. Namun pemanfaatan lahan pasang surut untuk usahatani padi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindarkan walau berisiko kegagalan. Tujuan penelitian adalah menganalisis persepsi petani terhadap sumber risiko pada usahatani padi di lahan pasang surut. Kabupaten Kubu Raya dipilih secara sengaja sebagai lokasi penelitian. Responden sebanyak 120 petani dari tiga desa sampel dengan mempertimbangkan tipe luapan lahan pasang surut serta varietas padi. Hasil penelitian menunjukan bahwa menurut persepsi petani faktor pengetahuan dan keterampilan tentang bercocok tanam serta transportasi yang kurang memadai menjadi kendala sekaligus sebagai sumber risiko bagi usahatani padi di semua tipologi lahan. Untuk itu peran serta penyuluh pertanian dalam memberikan pendidikan penyuluhan tentang teknik budidaya yang tepat untuk berusahatani padi di lahan pasang surut.

Kata Kunci : Sumber risiko, lahan pasang surut, usahatani, padi


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.