VARIABEL-VARIABEL YANG MEMENGARUHI KETIDAKTUNTASAN PENDIDIKAN PEREMPUAN PROVINSI NTB TAHUN 2019

Ummu Kaltsum, Yaya Setiadi

Abstract


Ketimpangan pendidikan menurut gender merupakan salah satu permasalahan di negara berkembang tak terkecuali Indonesia, dimana tingkat pendidikan perempuan lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Peningkatan pada pendidikan perempuan memberikan banyak keuntungan, di antaranya dari segi ekonomi, perbaikan kesehatan rumah tangga hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia anak. Berdasarkan persentase penduduk yang menamatkan pendidikan menurut gender di Provinsi NTB tahun 2019, jenjang SMA/sederajat menunjukkan perbedaan persentase yang paling besar, dimana persentase perempuan yang menamatkan jenjang SMA/sederajat masih tertinggal. Selain itu, rata-rata lama sekolah (RLS) perempuan Provinsi NTB jauh lebih rendah dari angka RLS perempuan nasional. Rendahnya tingkat pendidikan perempuan juga menunjukkan bahwa target pemerintah dalam program wajib belajar 12 tahun belum terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status ketidaktuntasan wajib belajar 12 tahun pada perempuan di Provinsi NTB tahun 2019 menggunakan metode analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kemiskinan rumah tangga, daerah tempat tinggal, jumlah ART, jenis kelamin KRT, tingkat pendidikan KRT, lapangan usaha KRT kategori pertanian serta status pernikahan dini berpengaruh signifikan terhadap ketidaktuntasan wajib belajar 12 tahun pada perempuan.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN. 2459-962X

Prosiding Sendika

Publisher: Department of Mathematics Education Universitas Muhammadiyah Purworejo


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.