PENGEMBANGAN MODUL PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SEMESTER 1 UNTUK JENJANG SMP/MTS

Gebriela Alvina Maheswari, Valeria Shinta Putri Iswidarti, Veronika Jaga Liko, Haniek Sri Pratini

Abstract


Persamaan Garis Lurus adalah salah satu materi dalam pembelajaran matematika. Materi ini cukup abstrak sehingga dibutuhkan konteks latar belakang budaya peserta didik agar mudah untuk dipahami. Oleh sebab itu, pendidik perlu memanfaatkan konteks latar belakang budaya peserta didik dalam memberikan materi persamaan garis lurus. Sementara itu, dari beberapa buku belum memanfaatkan konteks budaya untuk menjelaskan materi ini. Padahal ada beberapa contoh warisan budaya yang dapat membantu peserta didik untuk melihat dan memahami bagaimana konsep persamaan garis lurus. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan modul matematika berbasis budaya pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) yang menggunakan model ASSURE yaitu Analyze, State, Select, Utilize, Require, and Evaluation. Pada awal penelitian, peneliti mengidentifikasi karakteristik siswa secara umum. Secara umum peserta didik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) memasuki masa remaja awal dengan perubahan emosi dan perkembangan kognitifnya. Perubahan emosi tersebut dapat berakibat pada semangat belajar peserta didik. Sedangkan perkembangan kognitif mengarah pada pemahaman hal-hal abstrak, rasa ingin tahu yang tinggi, dan berpikir kritis. Tahap berikutnya peneliti  menetapkan tujuan pembuatan modul berbasis multikultural yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ada di kurikulum yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selanjutnya peneliti memilih metode dan materi pembelajaran yang cocok digunakan untuk modul berbasis multikultural yang disusun oleh peneliti. Tahap berikutnya peneliti menetapkan rancangan modul yang berbasis multikultural. Setelah modul siap peneliti meminta ahli dan pendidik untuk melakukan validasi. Cara pengiriman modul dan rancangan pembelajaran kepada ahli dan pendidik melalui aplikasi whatsapp. Pada tahap ini peneliti dapat mengetahui bagaimana umpan balik dari para ahli dan pendidik namun tidak dari peserta didik karena keterbatasan waktu penelitian. Umpan balik tersebut digunakan untuk merevisi produk modul yang dikembangkan. Modul ini diharapkan dapat menjadi referensi para pendidik untuk memfasilitasi pembelajaran persamaan garis lurus yang berbasis budaya.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN. 2459-962X

Prosiding Sendika

Publisher: Department of Mathematics Education Universitas Muhammadiyah Purworejo


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.