PENGELOMPOKAN KECAMATAN BERDASARKAN ALAT KONTRASEPSI KB AKTIF DENGAN METODE K-MEANS DI DIY

Safira Khoirunnisa, Abdullah Ahmad Dzikkrullah

Abstract


Pembinaan Pasangan Usia Subur (PUS) dan kesertaan ber-KB pada 78 kecamatan di DIY dengan jumlah total PUS Desember 2019 sebesar 500.930 pasangan dan 375.708 pasangan diantaranya menjadi peserta KB Aktif. Melalui program Keluarga Berencana penggunaan alat kontrasepsi menjadi salah satu cara menekan laju pertumbuhan penduduk. Peserta KB Aktif DIY menggunakan alat kontrasepsi yaitu IUD, MOW, MOP, KONDOM, IMPLAN, SUNTIKAN, dan PIL. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi peserta KB Aktif dengan Pasangan Usia Subur dan hasil pengelompokan 78 kecamatan DIY berdasarkan alat kontrasepsi peserta KB Aktif menggunakan analisis K-Means Clustering. Variabel yang digunakan telah memenuhi asumsi non multikolinearitas. Didapatkan 4 cluster berdasarkan estimasi pasangan KB Aktif dan alat kontrasepsi yang digunakan, dimana  cluster 1 beranggotakan 19 kecamatan dengan pemakaian alat IMPLAN tertinggi, cluster 2 beranggotakan 31 kecamatan dengan jumlah pemakaian alat kontrasepsi lebih tinggi dibanding cluster 4, cluster 3 beranggotakan 8 kecamatan yang paling tinggi dalam penggunaan alat kontrasepsi IUD, MOW, MOP, KONDOM, SUNTIKAN, dan PIL, sedangkan pada cluster 4 beranggotakan 20 kecamatan yang memiliki jumlah pemakaian alat kontrasepsi paling rendah. Dari ke-4 cluster tersebut cluster 3 merupakan cluster kecamatan terbaik dalam pengendalian fertilitas melalui program Keluarga Berencana Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keywords: PUS, KB Aktif, Alat Kontrasepsi, K-Means, Cluster


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN. 2459-962X

Sendika
Department of Mathematics Education Universitas Muhammadiyah Purworejo


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.