KAITAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE DAN LITERASI SAINS SEKOLAH DASAR

Rahma Dianti

Abstract


Literasi sains merupakan hal fundemental yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi era global untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam berbagai situasi, literasi sains juga merupakan kemampuan untuk memahami sains. Literasi sains di Indonesia masih rendah dibuktikan dengan pengujian terhadap kemampuan sains dilakukan pada studi TIMSS (Trend In International Matematics and science) untuk kelas IV dan VIII dalam bidang Matematika dan sains yang diselenggarakan setiap empat tahun. Hasil studi TIMSS dalam bidang sains pada tahun 2011 Indonesia berada pada peringkan 40 dengan rata-rata skor prestasi sains sebesar 406, yang mengalami penurunan dan tahun 2007 prestasi sains siswa Indonesia di bawah rata-rata skor International mencapai Low International Bencmark. Sedangkan model pembelajaran Learning Cycle itu sendiri merupakan pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran, mengeksplor pengetahuan awalnya, dan membuktikan sendiri kebenaran pengetahuan awal tersebut. Tahap dari Learning Cycle 5E yaitu 1). Engagement (fase pembangkit minat), 2). Exploration (fase eksplorasi), 3). Explanation (fase penjelasan), 4). Elaboration (fase penerapan konsep), 5). Evaluasi (fase evaluasi). Tujuan pengembangan ini adalah mengatasi masalah Literasi Sains yang dihadapi di Indonesia yang mengalami penurunan di setiap tahunnya dengan Model pembelajaran Learning Cycle dimana supaya siswa lebih aktif dalam pembelajaran sains dengan menggunakan Learning Cycle.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.